Khazzanah Tour Indonesia Travel Umrah Murah dan Haji Plus : Informasi Umrah, Haji khusus | Promo umrah 19 juta all in

PT Galih Tunggal Perkasa
Khazzanah Tours Travel Umroh Haji Plus
0813 740 59367

Head Office : Jalan Terusan I Gusti Ngurai Rai No.6 Pondok Kopi Duren Sawit Jakarta Timur 13460

Kesalahan Kesalahan Jemaah Ketika Melontar Jumrah

Kesalahan Kesalahan Jemaah Ketika Melontar Jumrah


Pengertian Melontar  jumrah 

merupakan salah satu kewajiban Haji yaitu Seorang yang mengalah seorang yang sedang menunaikan ibadah haji wajib melontar jumrah aqabah pada hari Raya Idul Adha hal tersebut boleh dilakukan pada tengah malam di dari malam Idul adha kemudian mengantar ketiga jumlah pada hari-hari tasyrik yang dilakukan setelah zawal atau matahari terhadap ke arah barat. Paket umroh JANUARI 2018

Adapun mengenai kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh jemaah haji dalam hal ini adalah sebagai berikut
1.       Diantara mereka adanya melontar jumrah bukan pada waktunya contohnya di antara mereka ada yang melontar jumrah aqabah sebelum tengah malam Idul Adha atau melempar tiga jumrah pada hari-hari tasyrik sebelum syawal.
Lontaran tersebut tidak memenuhi syarat sah melontar karena dilakukan bukan pada waktunya yang telah ditentukan oleh agama hal tersebut sama saja seperti orang yang melakukan salat wajib sebelum masuk waktu yang telah ditentukan.
2.       Diantara mereka para jemaah haji ada yang melontar dengan tidak berurutan Misalnya saja melontar jumrah wustha atau pertengahan atau jumlah yang terakhir sebelum melontar jumrah yang pertama melontar jumrah ini harus berurutan dimulai dengan jumlah pertama yang disebut jumlah atau yang terkecil jumlah jumlah pertengahan dan yang terakhir jumlah Kubro yang terbesar ketiga di antara mereka ada yang latarnya tidak mengenai sasaran yaitu sumur jumroh contohnya dia melontar dari jarak jauh sehingga batu-batu Kerikil yang dilontarkannya tidak jatuh ke dalam sumur jumlah atau antaranya mengenai tiang sumur sehingga batu batu kerikilnya membalik kembali dan tidak jatuh ke dalam sumur jumlah lantaran yang demikian itu tidak memenuhi syarat sah melontar karena tidak jatuh ke dalam sumur dia melakukan hal tadi karena dia tidak tahu atau tergesa-gesa atau karena tidak padu Uli empat di antara mereka ada yang melakukan lantaran lantaran untuk hari hari terakhir di hari pertama hari hari tasyrik kemudian mereka segera pulang ke negara masing-masing sebelum menyempurnakan Haji mereka atau di antara mereka ada yang mengantar Haji pertama saja dan terus pulang ke negara masing-masing Adapun sisanya mereka mewakilkan kepada orang lain hal hal yang demikian itu dianggap mempermainkan amalan-amalan ibadah haji dan tipuan setan betapa tidak orang yang berbuat demikian itu telah bersusah payah dan banyak mengeluarkan harta untuk berangkat menunaikan Haji akan tetapi setelah amalan-amalan lainnya tinggal beberapa saja setan kemudia mempermainkannya sehingga amalan-amalan tersebut menjadi rusak dan dia meninggalkan beberapa kewajiban Haji yaitu melontar jumrah jumrah yang masih tersisa juga meninggalkan mabit di mina pada malam hari TasyriK begitu juga dia melakukan tawaf Wada sebelum melakukannya karena waktu tawas tersebut telah berakhir hari-hari Haji dan amalan-amalannya orang yang melakukan hal demikian itu kalau saja tidak menunaikan Haji lebih baik baginya sehingga terbebas dari kelelahan selama ibadah haji berlangsung dan tidak membuang hartanya dengan percuma 


    Allah telah berfirman Dan sempurnakanlah Haji dan umrah kamu sekalian semata-mata karena Allah maksud dari hadis tersebut diatas yaitu menyempurnakan amalan-amalan nya bagi yang berihram untuk Haji dan umrah sesuai dengan tuntunan agama dan agar niat dari ibadah haji dan umroh ini semata-mata mencari keridhaan Allah ta'ala 5 diantara memahami arti daripada takjil atau mempercepat yang terdapat dalam firman Allah Siapa yang ingin cepat berangkat meninggalkan Mina sesudah 2 hari maka diadakan dosa baginya dan Siapa yang ingin menangguhkan keberangkatannya dari 2 hari itu maka tidak ada dosa pula baginya dia menyangka bahwa maksud dari dua hari yang terdapat dalam ayat tersebut diatas adalah hari raya Idul Adha dan sehari setelahnya yaitu sehari tanggal 11 julhijah maka kemudian dia berangkat pada tanggal 11 julhijah sambil berkata saya mempercepat keberangkatan saya dari Mina tanggapan yang demikian itu salah sekali penyebabnya adalah ketidak tahuan yang di maksud dari 2 hari itu adalah 2 hari setelah hari raya Idul Adha yaitu hari tanggal 11 dan 12 Zulhijah. Paket umroh januari 2018 promo di Bekasi


·         Jadi siapa yang tergesa-gesa ingin meninggalkan Mina pada dua hari itu setelah melontar jumrah pada waktu zawal hari ke-12 makan sama sekali Dia tidak berdosa dan siapa yang menangguhkan keberangkatannya dari Mina sampai hari ke 13 Dzulhijjah dengan melontar jumrah dahulu pada hari itu setelah Syawal kemudian berangkat meninggalkan Minang maka hal yang terakhir ini lebih baik dan lebih sempurna 7 ketika ziarah merupakan salah satu sunat yang telah ditetapkan Rasulullah Rasulullah bersabda lebih baik daripada sholat di tempat lain 1000 kali lipat kecuali di Masjid Haram hal yang tersebut di atas tadi merupakan dalil bahwa berziarah ke masjid beliau itu disyariatkan oleh agama begitu juga bepergian jauh untuk melakukan ziarah masjid tersebut akan tetapi di dalam masalah ziarah ini ditemukan pada sebagian jamaah haji beberapa kesalahan di antara lain satu sebagian daripada mereka beranggapan bahwa ziarah ke masjid Nabawi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Ibadah Haji atau mereka beranggapan bahwa ziarah tersebut merupakan penyempurna Ibadah Haji atau merupakan salah satu dari alam amalan-amalan Haji anggapan ini adalah kesalahan yang sangat jelas sekali karena ziarah ke mesjid Nabawi ditinjau dari segi agama sama sekali tidak dibatasi oleh waktu artinya boleh d lakukan kapan saja dan juga tidak ada hubungannya sama sekali dengan ibadah haji Jadi siapa yang menunaikan Haji dan tidak berziarah ke masjid Nabawi maka hajinya itu tetap saja susah dan sempurna 2 sebagian dari jemaah haji beranggapan bahwa jarak ke masjid Nabawi hukumnya wajib atau anggapan ini tentu saja salah karena diarahkan Masjid Nabawi ini ditinjau dari sudut agama hukumnya adalah sunat maka apabila dia tidak berziarah ke masjid ini selama hidupnya tidak apa-apa Siapa saja yang berziarah ke masjid Nabawi ini dengan niat yang sholeh atau baik maka dia akan mendapat pahala yang sangat besar sekali dan siapa yang tidak berkesempatan untuk mencarinya maka tidak berdosa sama sekali 3 sebagian jemaah haji beranggapan bahwa berziarah kamu Masjid Nabawi yang berarti menziarahi Rasullulah atau sama seperti berziarah ke kuburan beliau anggapan yang demikian itu adalah kesalahan dalam pengertian kadang-kadang hal tersebut dapat mengakibatkan kesalahan yang ada kaitanya dengan Akidah Karena tujuan pertama daripada mengadakan perjalanan ziarah itu adalah untuk menjuarai masjid Rasulullah dengan tujuan untuk salat di dalamnya dan dari sini termasuk menjuarai kuburan Beliau juga kuburan kuburan para sahabat beliau atau para syuhada hal-hal yang tersebut terakhir ini termasuk di dalam sejarah Masjid Nabawi bukan merupakan tujuan khusus dari kita melaksanakan perjalanan jauh karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melarang seseorang untuk melakukan pergi jauh dengan tujuan untuk ibadah ke tempat manapun kecuali ketiga masjid yang tersebut di atas tadi maka hendaknya seseorang tidak bepergian jauh dengan niat untuk menjuarai kuburan kuburan para nabi atau para wali atau dengan tujuan untuk melakukan salat di salah satu masjid yang ada di dunia ini kecuali tiga masjid tadi ada pun mengenai hadis-hadis yang menyuruh kita untuk berziarah ke kuburan Rasulullah ketika sedang menunaikan ibadah haji Haris hadis tersebut satu pun tidak ada yang salah atau benar karena ada beberapa kemungkinan pada hadis-hadis tersebut yaitu mungkin saja hadis-hadis tersebut mau wudhu atau palsu atau lemah sekali seperti yang pernah diterapkan oleh beberapa pakar ilmu hadits akan tetapi siapa yang berziarah ke masjid Rasulullah disunatkan baginya untuk ziarah kuburan beliau dan juga kuburan kuburan yang lainnya sebagai lanjutan daripada sejarah Masjid Nabawi atau berpegangan kepada hukum yang dianjurkan nya menziarahi kubur dengan cara sejarah tersebut sesuai dengan tuntutan agama maksudnya tujuan ziarah kubur tersebut untuk mengucapkan salam kepada orang-orang yang telah meninggal dunia dan juga untuk mendoakan Mereka agar diberi rahmat dan ampunan serta keridhoan bukan untuk tujuan meminta tolong kepada                       
·     Orang yang telah mati selain kepada Allah atau meminta kepada orang yang mati itu segala keperluannya ziarah yang demikian itu merupakan ziarah yang sifatnya sirik sama sekali bukan sejarah yang dianjurkan di dalam agama Tempat diantara kesalahan yang sering diperbuat oleh sebagian orang yang sedang melakukan ziarah ke masjid Nabawi mereka beranggapan bahwa shalat di dalam masjid tersebut harus dilakukan dalam jumlah yang telah ditentukan misalnya 40 kali salat yang dilakukan secara berturut-turut tanpa sholat pun yang tertinggal dan beberapa jumlah yang lainnya anggapan semacam itu tidak benar sama sekali karena tidak ada dasar hukumnya dari tuntunan nabi kita bahwa beliau membatasi jumlah salat salat yang harus dilakukan bagi seseorang yang sedang berada di arah ke masjid beliau itu adapun hadist yang mengatakan bahwa shalat di Masjid Nabawi sedikitnya harus dilakukan 40 shalat secara berturut-turut adalah Hadits yang tidak sohih dan tidak dapat dijadikan pedoman dalam melakukan ibadah atas dasar tersebut di atas tadi makan Siapa saja yang berkesempatan berziarah ke masjid Nabawi hendaknya ia melaksanakan salat di sana sempat mungkin tanpa dibatasi dengan hitungan tertentu 5 diantara kesalahan yang sangat besar sekali yang sering dilakukan oleh orang-orang yang berziarah ke kuburan nabi mereka itu sambil berdoa di hadapan beliau berteriak keras sekali dengan beranggapan bahwa doa di hadapan kuburan beliau itu mempunyai keistimewaan Yang Tersendiri tanggapan semacam itu tidak benar karena sama sekali tidak disyaratkan untuk berdoa di hadapan kuburan-kuburan meskipun berdoanya semata-mata ditunjukkan kepada Allah dan hal tersebut merupakan Bid'ah yang bisa mengakibatkan kemusyrikan yang dilarang oleh agama para Salaf atau ulama muslim terdahulu ketika mereka datang untuk mengucapkan mengucapkan salam kepada rasul Allah tidak pernah terus berdoa di hadapan kuburan beliau setelah memberi salam mereka langsung pergi meninggalkan kuburan tersebut jadi Siapa yang ingin berdoa kepada Allah hendaknya menghadap kiblat dan hendaknya di dalam masjid bukan di hadapan kuburan atau menghadap ke kuburan karena kiblat berdoa itu adalah Ka'bah Yang Mulia dari sini hendaknya anda berhati-hati 6 diantara kesalahan besar yang sering dilakukan oleh orang-orang yang sedang berziarah ke masjid Rasulullah Mereka pergi menziarahi tempat-tempat atau masjid-masjid yang terdapat di sekitar kota Madinah hal itu sama sekali tidak ada anjuran agama untuk menji arahnya bahkan berziarah ke tempat-tempat tersebut merupakan Bid'ah yang diharamkan seperti berziarah ke masjid al umamah Masjid al-qiblatayn 7 masjid dan tempat-tempat yang lainnya yang dalam anggapan orang-orang awam dan orang-orang yang tidak mengerti ziarahi tempat tersebut disyaratkan oleh agama anggapan tersebut merupakan suatu kesalahan yang paling besar karena sama sekali tidak ada masjid atau tempat di Madinah yang diisyaratkan agama untuk mencarinya kecuali masjid Rasulullah dan Masjid Quba untuk melakukan salat Adapun masjid-masjid lainnya yang berada di lingkungan kota Madinah sama seperti masjid-masjid lainnya yang ada di dunia ini tidak mempunyai kelebihan apa-apa dan tidak disyaratkan oleh agama untuk menjalaninya dari sini maka semua kaum muslimin harus benar-benar berhati-hati jangan sampai membuang-buang waktu dengan harta dengan percuma pada sesuatu yang dapat menjauhkan diri mereka dari Allah dan rahmatnya karena Siapa yang melakukan sesuatu yang berhubungan dengan masalah ibadah tanpa ada ajaran dari Allah serta tuntunan dari rasulnya Maka hal itu akan sia-sia belaka Dan ditolak serta dia berdosa sebagaimana sabda Nabi siapa yang melakukan amalan yang belum pernah kami lakukan                   

    

Maka amalan tadi tidak diterima sama sekali tidak ada dasar agama yang menganjurkan atau memerintahkan kita berziarah ke 7 masjid ke masjid qiblatain ataupun ke masjid Al lagu Mama baik itu perbuatan Rasulullah ataupun dari perintah beliau ini semua hal-hal yang baru dipandang dari segi agama dan merupakan bid'ah kita memohon kepada Allah agar memperlihatkan kebenaran kepada kita dengan jelas serta memberi petunjuk untuk mengikutinya dan memperlihatkan kebatilan kepada kita dengan jelas serta memberi petunjuk untuk menjauhinya segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam serta semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad juga kepada keluarga dan para sahabat beliau semuanya. Paket Umroh Januari 2018 di Jakarta


PT. Khazzanah Al-Anshary

Jl. I Gusti Ngurah Rai Pondok Kopi - Jakarta Timur
Hp/ Whatsapp. 0813 74059367
Pin BB. D184C62C
Email : tourkhazzanah@gmail.com
Informasi selengkapnya hubungi Staff Operasional kami Junita Anggraini

#hajionhplus #langsungberangkat #pakethajiplusnonkuota #pakethajiplusmurah #bekasi #umrohkelompok #jakarta #tangerang #depok #bogor #bandung #cianjur #cipanas #sumedang #palembang #pekanbaru #jambi #tasikmalaya #serpong #serang #medan #makassar #tangerangselatan #tasikmalaya # cimahi #pontianak #balikpapan #sukabumi #cirebon #bengkulu #pekalongan #manado # yogyakarta #cilegon #kupang #palu #mataram #malang #bandaaceh #palangkaraya #ambon #metro #tanjungpinang #pangkalpinang #gorontalo #samarinda #denpasar #madiun #batu #Tegal#bukittinggi #bima #kediri #pekalongan # Tanjungbalai #binjai #jayapura #sorong #bitung

Afiliasi Kesalahan Kesalahan Jemaah Ketika Melontar Jumrah


Travel Umrah Khazzanah Tour

Back To Top